Bagi banyak perusahaan, teknologi informasi yang menjadi pendukung dalam proses bisnis dipandang sebgai sebuah alat yang sangat berharga, tetapi sedikit yang memahaminya sebagai bagian dari aset perusahaan. Perusahaan yang sukses menyadari manfaat teknologi informasi dan menggunakannya untuk meningkatkan nilai stakeholder mereka. Perusahaan-perusahaan ini juga memahami dan mengelola risiko yang berhubungan dengan tujuan perusahaan, seperti meningkatkan kepatuhan peraturan dan ketergantungan yang sangat kritis dalam proses bisnis teknologi informasi (TI).
Kebutuhan kepastian tentang nilai TI, manajemen risiko terkait TI dan meningkatnya kebutuhan kontrol atas informasi sekarang dipahami sebagai elemen kunci dari tata kelola perusahaan. Nilai, resiko dan kontrol merupakan inti dari pengelolaan TI. Tata kelola TI ( IT Governance ) adalah tanggung jawab eksekutif dan dewan direksi, yang terdiri dari kepemimpinan, struktur organisasi dan proses yang memastikan bahwa Sistem TI perusahaan menopang dan memperluas strategi dan tujuan organisasi.